Faktor Resiko Keluhan Muskuloskeletal pada Penenun Tradisional Bima di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima

Margareta Koreani, Ahmad Ahmad, Kurniadi Kurniadi

Abstract


Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya keluhan muskuloskeletal antara lain faktor pekerjaan, lingkungan, faktor psikososial dan individu. Salah satu jenis pekerjaan dengan aktifitas  berisiko ialah penenun dimana proses menenun dilakukan dalam posisi duduk dimulai dari melilitkan benang pakan kedalam teropong dan mengaitkan benang lungsi kedalam sisir tenun, dilanutkan memasukan benang pakan diantara benang lungsi dengan menjungkit menggunakan kaki bergantian naik dan turun agar terbentuk celah, kemudian menghentakan kayu pengungkit maju dan mundur untuk merapatkan benang pakan yang sudah dimasukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiko keluhan muskuloskeletal pada penenun tradisional Bima menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah semua penenun tradisional Bima yang masih aktif di Desa Tolonggeru Kecamatan Donggo Kabupaten Bima yang berjumlah 40 orang. Pengumpulan data menggunakan checklist Nordic Body Map (NBM) yang terdiri dari 27 item penilaian. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki keluhan sakit berdasarkan penilaian menggunakan kuesioner NBM. Untuk itu perawat sebaiknya memberikan pendidikan kesehatan pada pekerja mengenai risiko pekerjaan dan tata cara bekerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi.

Keywords


keluhan musculoskeletal; penenun tradisional bima

Full Text:

PDF

References


Affendi.(1995). The Challenge of Modernity: The Quest for Authenticity in the Arab Word Louay M.Safi.Lanham,MD: University Press of America,1994,pp.211.American journal of islam and Society,1995,12.1:111-114.

Afianto, I.D. Utami, H. N. 2017.‘Pengaruh Disiplin Kerja dan Komunikasi Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan Divisi Marketing PT. Victory International Futures Kota Malang)’, Administrasi Bisnis, 50(6), pp. 58–67.

Akobunduet al.2008. Physical Characteristics And Acceptability Of Extrudet African Breadfruit Based Snack. Journal of food quality, 31(2), 142-155.

Asni Sang RD, Syamsiar S. Russeng. 2013. Hubungan Risiko Postur Kerja Dengan Keluhan Musculoskeltal Disorders (MSDs) Pada Pemanen Kelapa Sawit Di PT. Sinergi Perkebunan Nusantara.

Butar-Butar, (2018).Does Auditor Industry Expertise Improve Audit Quality In Complex Business Environments?. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 20(1), 1-12.

CCOHS. 2014.Canadian Centre for Occupational Health and Safety (2014). Basic information on Standing at work.

Cindyastira, 2014. Hubungan Intensitas Getaran Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) Pada Tenaga Kerja Unit Produksi Paving Block CV. Sumber Galian Makassar Univ Hasanuddin.

Cohen, Alexander dkk (2010). Elemen Program Egronomic. Evaluasi Tempat Kerja Primer Basedon dari Gangguan Muskuloskeletal. AS : Departmenof Health and Human Service NIOSH.

Corlett, 1992. An anatomic review of the delay phenomenon: II.Clinical applications. Plastic and reconstructive surgery, 89(3), 408-16.

Daryono, 2016. Redesain Rakel dan Pemberian Peregangan Aktif Menurunkan Beban Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal Serta Meningkatkan Produktivitas Kerja Pekerja Sablon Pada Industri Sablon Surya Bali di Denpasar. Jurnal Ergonomi Indonesia, 2(2), 15-26.

Deyyas, and Tafese,2014. Environmental and organizational factors associated with elbow/forearm and hand/wrist disorder among sewing machine operators of garment industry in Ethiopia. Journal of environmental and public health, 2014.

Elyas,2012. Teaching and moral tradition in Saudi Arabia: a paradigm of struggle or pathway towards globalization?. Procedia-Social and Behavioral

Grandjean. 1993. Simultaneous deposition of Pd and Ag on porous stainless steel by electroless plating. Journal of Membrane Science, 77(2-3), 181-195.Sciences, 47, 1083-1086.

Handayani, 2011. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Di Bagian Polishing Pt. SuryaToto Indonesia. Tbk Tangerang, Skripsi Program studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Koesyanto. 2013. Masa Kerja dan Sikap Kerja Duduk Terhadap Nyeri Punggung.Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Maijunidah E, 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Assembling PT X Bogor [Skripsi].Jakarta:

Masliah, dkk. 2014. Faktor yang Berhubungan Dengan keluahan Musculoskeletal Disoeders (MDS) Pada Pekerja Manual Handling di Pelabuhan Makkasa. Depertamen K3 UNHAS.

NIOSH.1997. Musculoskeletal Disorders and Workplace Faktors:A Critical Reviewof Epidemiologic Evidence for Work Related MusculoskeletalDisoeder.NIOSH: Centers of Disease Contrrol and Prenvention.

Nur,Hikmah. 2011. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja Furniture di Kecamatan Benda Kota Tangerang Tahun 2011. Skripsi.UIN Syarif Hidayatullah.

Nurliah, Aah. "Analisis Risiko Muscoloskeletal Disorders (MSDs) Pada Operator Forklift di PT LLI."Universitas Indonesia (2012).

Oborne, David J. 2014. Ergonomic at Work, Human Factor in Design Ana Development. 3rd Edition. John Wiley and Sons ltd : Chicester

Payuk, 2013. Hubungan Faktor Ergonomis Dengan Beban Kerja Pada Petani Padi Tradisional Di Desa Congko Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng.Bagian Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin Makassar.Makassar.

Riyadina,et al.2008. Cedera Akibat Kerja Pada Pekerja industri di kawasan industri pulo Gadung Jakarta.Jurnal Kedokteran,2008

Sari. 2014. Tenun Ikat ATBM di Home Industry Kurniawan Bandar

Soedarjatmi, 2003. Hubungan Antara Pola Kerja Dengan Nyeri Punggung Bawah Pada Perawat Rsu Tugurejo Semarang (Doctoral dissertation, Diponegoro University).

Sutajaya,1998.Perbaikan Kondisi Kerja Mengurangi Gangguan Terhadap Muskuloskeletal dan Denyut Nadi Kerja Serta Meningkatkan Produktivitas Pematung di Desa Pelihatan Ubud, Kabupaten Gianyar (Doctoral dissertation, Tesis).

Suwati, Kartiwa. 1973. Kain Tenun Tradisional Nusa Tenggara. Jakarta: MuseumPusat Jakarta




DOI: https://doi.org/10.32807/bnj.v3i1.756

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Bima Nursing Journal