Analisis Situasi Gizi Buruk pada Bayi dan Balita di Kecamatan Woha Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat

Nuraini Fitri Irmah, Nurislamyati Nurislamyati, Maya Febriyanti

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gizi buruk berdasarkan teori Unicef yaitu makan tidak seimbang, Ispa Diare, Ketahanan pangan, Pola asuh, Sanitasi, Pelayanan Kesehatan, Pengetahuan dan sosial Budaya. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubunganya. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan pada orang tua bayi balita gizi buruk,Bidan Desa, Kader, Koordinator KIA,Korrdinator Gizi, KASI Gizi,, Tokoh agama dan tokoh masyarakat. Penelitian ini dapat disimpulkan Masih banyaknya bayi dan balita yang mengalami gizi buruk di Kecamatan Woha Kabupaten Bima disebabkan oleh: Makan tidak seimbang yaitu anak makan kurang dari 3 kali sehari dengan menu yang tidak bervariasi. Penyakit Ispa dan Diare yang selalu menjadi penyakit penyerta terjadinya gizi buruk. Pola asuh yang tidak memadai, yaitu ada yang dirawat bukan oleh orang tua tapi oleh neneknya serta tidak diberikannya ASI Ekslusif pada anak. Sanitasi yang berkaitan dengan cuci tangan sebelum makan serta ditemukannya minum air yang tidak dimasak. imunisasi yang tidak lengkap, pada kerangka berfikir tidak ada imunisasi, namun pada penelitian ditemukan banyak anak yang tidak mendapat imunisasi lengkap

Keywords


Gizi Buruk; Bayi; Balita

Full Text:

PDF

References


Achmadi dan Narbuko. (2005). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara

Arhy Prahesti.2001. Kesehatan Reproduksi. Fitramaya. Yogyakarta

Badan Pusat Statistik NTB. 2016. Nusa Tenggara Barat Dalam Angka 2009-2015.

Endang Seuwiji, Pengantar Metodologi Peneletian, Jakarta : Mitra Wacana Media, 2006

Jokowarino. 2017. Upaya dan Bentuk Pelestarian Lingkungan

Moleong, Lexy J, (2012), Metodologi Penelitian Kuantitatif, Remaja Rosdakarya.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013).

Soekirman,2009. Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Sulis. 2011. Hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi Balita dan pola makan balita terhadap status Gizi balita di kelurahan srihardono Kecamatan pundong. Skripsi. Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Sunanto, H. 2002. Cokelat, Budidaya, Pengolahan Hasil dan Aspek Ekonominya. Kanisius. Yogyakarta.

Tinneke P. 2008. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada anak sekolah di daerah Jakarta. Thesis. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia. Jakarta.

UNICEF. 2002. Pedoman Hidup Sehat. UNICEF. Jakarta

UNICEF. Ringkasan Kajian Gizi. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan - Kementerian Kesehatan RI; 2012.

UNICEF. Levels and trends in child mortality, Report 2015. In: Fund UNCs, editor. New York: 2015

Waluyo, L., 2004, Mikrobiologi Umum, Malang, UMM press

Zeitlin, M., H. Ghassemi., M. Mansour. 2000. Positive deviance in child nutritionwith emphasis on psychosocial and behavioural aspects and implications for development. Tokyo: The United Nations University.




DOI: https://doi.org/10.32807/bnj.v2i2.747

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Bima Nursing Journal