Determinan Kasus Stunting pada Balita Umur 2 - 5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Bolo Kabupaten Bima Tahun 2019

Nurbaety Nurbaety, Musmuliadin Musmuliadin

Abstract


Stunting merupakan keadaan dimana anak tidak tumbuh dan berkembang sesuai umurnya yakni tinggi badan anak rendah. Bertujuan untuk mengetahui determinan kasus stunting pada balita umur 2 – 5 tahun, penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan metode case control yang didukung analisis kualitatif. Pengumpulan data dilaksanakan pada  September sampai dengan November 2019. Responden pada kelompok kasus (stunting) sebanyak 90 dan pada kelompok kontrol (tidak stunting) sebanyak 180 yang diambli secara simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi ligistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang berarti antara status gizi waktu hamil (p-value 0,009), Riwayat ASI Eksklusif (p-value 0,002), Anemia waktu hamil (p-value 0,009), Berat badan lahir (p-value 0,000) dan Panjang badan lahir (p-value 0,001) dengan kasus stunting pada balita umur 2 - 5 tahun. Analisis multivariate menunjukkan ada 3 variabel dengan p-value < 0,05 yaitu Status gizi waktu hamil (0,077), Riwayat ASI Eksklusif (0,003), dan Berat badan lahir (0,016). Variabel yang paling besar mempengaruhi kasus stunting adalah variabel Berat badan lahir dengan OR 4,135 artinya Balita waktu lahir memiliki Berat badan lahir < 2500 gram mempunyai 4 kali peluang menjadi stunting. Peneliti merekomendasikan Penyuluhan, Konseling dan Edukasi di setiap desa melalui pendekatan yang lebih mendalam dengan menggunakan media yang lebih efektif sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan masalah stunting

Keywords


Stunting; Balita

Full Text:

PDF

References


Budiman, A. (2013). Kapita Selekta Instrumen : Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Salemba Medika.

Hestuningtyas, T. R., & Noer, E. R. (2014). Pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan, sikap, praktik ibu dalam pemberian makan anak, dan asupan zat gizi anak stunting usia 1-2 tahun di Kecamatan Semarang Timur. Journal of Nutrition College, 3(1), 17–25.

Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kemenkes RI. (2015). Kesehatan dalam kerangka Sistainable Development Goals (SDG’S.

Loida. (2017). Factors Associated with Stunting among Children Aged 0 to59 Months from the Central Region of Mozambique. Nutrients, 9, 491.

Maulidah, W. B., Rohmawati, N., & Sulistiyani, S. (2019). Faktor yang berkorelasi dengan kasus stunting pada balita di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Ilmu Gizi Indonesia, 2(2), 89–100.

Rahayu, A., Rahmi, P., Anggraini, L., & Rahman, M. A. (2019). Potensi Petani Ikan Dalam Modifikasi Menu Gizi Keluarga Untuk Mencegah Kasus stunting Pada Balita Dengan Pendekatan Ftad (Farmers Team Achievement Division. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 1(3), 157–64.

TNPK. (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk intervensi anak kerdil (Stunting. http://www.tnp2k.go.id/images/uploads/downloads/Binder_Volume1.pdf.

UNICEF. (2013). Improving child nutrition: the achievable imperative for global progress. UNICEF.

WHO. (2014). WHA global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. https://www.who.int/nutrition/publications/globaltargets2025_policybrief_stunting/en/.

Wulandari, H. W., & Kusumastuti, I. (2020). Pengaruh Peran Bidan, Peran Kader, Dukungan Keluarga dan Motivasi Ibu terhadap Perilaku Ibu dalam Pencegahan Stunting pada Balitanya. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 19(02), 73–80.




DOI: https://doi.org/10.32807/bnj.v2i1.654

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Bima Nursing Journal