Edukasi “Learning By Doing“ Tingkatkan Kesiapan Kader Dalam Memberikan Bantuan Hidup Dasar di Puskesmas Pembantu Naimata

Yoani Maria V.B. Aty

Abstract


Kegawatdaruratan merupakan kejadian tiba-tiba  yang terjadi dimana saja kapan kapan saja dan harus segera ditangani. Lebih dari  30.000 orang menderita  serangan jantung jauh dari fasilitas kesehatan,  hanya 33% memperoleh pertolongan dari  masyarakat awam terlatih.  Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain  Quasi experimental, quasy experiment pre post test design. Total sampel 20 orang,Variabel independen adalah Edukasi “ Learning By Doing “ dan variabel dependen adalah Tingkat Kesiapan Kader Puskesmas Pembantu Naimata. Hasil penelitian didapatkan sebelum perlakukan sebagian besar responden siap  untuk melakukan bantuan hidup dasar  yaitu 13 orang ( 65%) dan sesudah perlakukan 20 responden ( 100% ) siap untuk memberikan Bantuan Hidup Dasar. Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value kelompok perlakuan 0.000 dan p value kelompok kontrol 0.012. Uji  Mann Whitney U Test diperoleh nilai p=0,617. Uji beda  tingkat usia dan lama menjadi kader pada kelompok control di dapatkan p<0.005. Sehingga dapat disimpulkan bahwa factor yang berpengaruh terhadap kesiapan kader untuk melakukan Bantuan Hidup Dasar adalah  usia dan lama menjadi kader.

Keywords


Edukasi “Learning By Doing”, Kader, Kesiapan, Bantuan Hidup Dasar

Full Text:

PDF

References


American Heart Association (2015).2015 American Heart AssociationGuidelines Update for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation; 132(suppl 2).

American Red Cross (2014). First Aid/CPR/AED Participant Manual. USA: StayWell Health & Safety Solutions. Diunduh dari http://www.redcross.org/images/MEDIA_CustomProductCatalog/m55540601_FA-CPR-AED-Part-Manual.pdf

Ambarika, R. (2017, Januari). Efektifitas Simulasi Pre hospital Care terhadap Self Efficacy masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. e journal keperawatan, 8.

Balitbang Kemenkes RI.(2013).Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.

Eliastam, Michael. 1998. “Penuntun Kedaruratan Medis”, – Ed. 5, Jakarta : EGC

Effendi, Nasrul, 1998. Dasar-Dasar Perawatan Kesehatan Masyarakat.Jakarta: EGC

Hudak, dan Gallo. 2005. Keperawatan Kritis Pendekatan Holistik. Jakarta: EGC

Info Data. 2014 Situasi Kesehatan Jantung. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

John Dewey.2002.Experience and Education, alih bahasa John de Santo, Pendidikan dan Pengalaman`Yogyakarta:Kepel Press

Muktiani, E. E. (2014). Pengaruh Praktik Kerja Industri dan Prestasi akademik mata diklat produksti akuntasi terhadap kesiapan kerja siswa kelas XI program keahlian akuntasi SMK Nasional Pati. Economic Education Analysis Journal.

Musliha. 2010. Keperawatan Gawat Darurat. Yogyakarta: Nuha Medika

Ngirarung, e. a. (2017, Februari). Pengaruh Simulasi Tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP ) terhadap tingkat motivasi siswa menolong korban henti jantung di SMA Negeri 9 Binsus Manado. e-Journal Keperawatan, 5.

Rab, Dabrani. 1998. Agenda Gawat Darurat (Critikal Care).Bandung: PT. Alumni

Santosa, R., & Hufad, A. (t.thn.). Dampak Pelatihan Program Rescue Terhadap Peningkatan Tanggap Bencana Para Kader Tim Search And Rescue .

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutawijaya,R.B.Gawat .(2009) Darurat Panduan Kesehatan Wajib Di Rumah Anda. Jakarta : Briliant Offset.

Turambi, D. E., Killing, M., & Supit, D. (2016). Pengaruh pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap peningkatan pengetahuan dan ketrampilan siswa kelas XI dan XII SMA NEgeri 2 Langowan. Buletin Sariputra, 6.




DOI: https://doi.org/10.32807/bnj.v1i2.515

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Bima Nursing Journal